Profil MI Muhammadiyah Segong 2013

Admin: Udin Solehudin, S.Pd

Dipublikasi di PROFIL | Meninggalkan komentar

Sanksi Bagi Peserta dan Pengawas UN yang Melanggar

Siswa MI Muhammadiyah SegongKepala Badan Penelitan dan Pengembangan Kemdikbud, Khairil Anwar, mengatakan peserta UN yang melakukan pelanggaran ringan hingga berat akan dikenakan sanksi mulai dari peringatan tertulis, pembatalan ujian pada mata pelajaran bersangkutan, dikeluarkan dari ruang ujian dan dinyatakan tidak lulus.
“Demikian juga kepada pengawas ruang UN yang melakukan pelanggaran ringan, sedang, dan berat akan dikenakan sanksi dibebastugaskan sebagai pengawas ruang UN dan ditindak sesuai dengan peraturan perundangan”, tegas Khairil Anwar ketika memberikan pembekalan petugas Posko UN PIH, di Jakarta, Rabu, 3 April 2013.
Menurut Khairil Anwar, peserta UN yang melakukan pelanggaran dibagi menjadi tiga jenis yaitu:
  1. Pelanggaran ringan meliputi meminjam alat tulis dari peserta ujian dan tidak membawa katu ujian, dikenakan sanksi peringatan tertulis;
  2. Pelanggaran sedang meliputi membuat kegaduhan di dalam ruang ujian dan membawa HP ke ruang ujian, dikenakan sanksi pembatalan ujian pada mata pelajaran bersangkutan;
  3. Pelanggaran berat meliputi membawa contekan ke ruang ujian, kerjasama dengan peserta ujian, menyontek atau menggunakan kunci jawaban, dikenakan sanksi dikeluarkan dari ruang ujian dan dinyatakan tidak lulus.
Sementara itu, lanjut Khairil Anwar, untuk pengawas ruang UN yang melakukan pelanggaran dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
  1. Pelanggaran ringan meliputi lalai, tidur, merokok, berbicara yang dapat mengganggu konsentrasi peserta ujian, dan lalai membantu peserta ujian mengisi identitas diri sesuai dengan kartu identitas, dikenakan sanksi dibebastugaskan sebagai pengawas ruang ujian;
  2. Pelangaran sedang meliputi tidak mengelem amplop LJUN di ruang ujian, memeriksa dan menyusun LJUN tidak di ruang ujian;
  3. Pelanggaran berat meliputi memberi contekan, membantu peserta ujian dalam menjawab soal, dan menyebarkan/membacakan kunci jawaban kepada peserta ujian. Kedua pelangggaran sedang dan berat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.
Demikian info mengenai Sanksi Bagi Peserta dan Pengawas UN yang Melanggar semoga ada manfaatnya terutama bagi para siswa yang akan melaksanakan UN dan Bapak/Ibu Pengawas UN.
*) Sumber : Kemdiknas
Dipublikasi di Artikel | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

POS UN SD/MI Tahun 2013

Bagi Bapak dan Ibu Guru yang memerlukan informasi POS UN SD/MI dapat di download disini.

Semoga bermanfaat.

Dipublikasi di POS UN | Meninggalkan komentar

Daftar Tema dan Alokasi Waktu pada pembelajaran tematik kurikulum 2013 SD/MI

Tema-integratifMetode pembelajaran tematik integratif, merupakan metode yang akan digunakan dalam pembelajaran SD/MI pada kurikulum tahun 2013, yang rencananya akan mulai diterapakan pada bulan juli mendatang. Dalam metode tematik integratif, materi ajar disampaikan dalam bentuk tema-tema yang mengintegrasikan seluruh mata pelajaran. Kompetensi dari berbagai mata pelajaran diintegrasikan ke dalam berbagai tema yang mengintegrasikan sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan.
Pada Kurikulum Baru untuk SD/MI masing-masing kelas akan disediakan banyak tema. Umumnya tiap tingkatan kelas mempunyai delapan tema berbeda. Tema yang sudah dipilih itu harus selesai diajarkan dalam jangka waktu satu tahun. Guru diberi kewenangan untuk memilih teknis pengajaran maupun durasi pembelajaran satu tema.
Berikut ini daftar tema dan alokasi waktu pada pembelajaran tematik integratif SD/MI kurikulum Tahun 2013
tema-tematik-integratif
Demikian info mengenai Daftar Tema dan Alokasi Waktu pada pembelajaran tematik kurikulum 2013 SD/MI semoga ada manfaatnya (Abdi Madrasah)
Dipublikasi di Informasi | Meninggalkan komentar

Dimanakah Bahasa Daerah Pada Kurikulum 2013?

MIM SegongTidak munculnya mata pelajaran Bahasa Daerah pada Uji Publik kurikulum 2013 terus menjadi bahan pertanyaan bagi para guru di daerah, dan merupakan bagian dari alasan penolakan terhadap pemberlakuan kurikulum baru.

Banyak sekali penolakan tentang penghapusan bahasa daerah pada kurikulum 2013, penolakan itu datang dari berbagai daerah, baik organisasi, tokoh pendidikan sampai para pemerhati maupun pecinta bahasa daerah, di berbagai media diberitakan tentang penolakan tersebut, diantaranya :

Menanggapi penolakan dari berbagai kalangan tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, kami kutip dari kompas,mengatakan bahwa mata pelajaran bahasa daerah tidak akan dihapus dalam penerapan kurikulum baru. Untuk itu, para guru tidak perlu khawatir dengan hal ini.

“Dalam kurikulum baru itu ada seni budaya dan prakarya yang masuk muatan lokal. Bahasa daerah itu bisa dimasukkan ke situ,” kata Nuh saat dijumpai di Gedung  Dikti, Jakarta, Kamis (3/1/2013).

Ia juga menegaskan bahwa sesuatu yang berkaitan dengan pengembangan budaya lokal dan kearifan lokal tetap terbuka untuk diaplikasikan dalam kurikulum. Untuk itu, mata pelajaran bahasa daerah bagi provinsi yang memang memilikinya tetap diberi ruang untuk menambahkan dalam struktur kurikulum baru.

“Posisinya tetap akan sejajar dengan mata pelajaran lain. Jadi tidak ada yang dihapus,” tandasnya.

Seperti diketahui, para guru banyak yang khawatir dengan keberadaan mata pelajaran bahasa daerah dalam kurikulum baru yang akan dijalankan pada Juli mendatang. Pasalnya, bahasa daerah ini merupakan akar budaya yang penggunaannya justru sudah sangat minim di kalangan anak sekola: sehingga salah satu melestarikannya dengan cara tidak menghilangkan bahasa daerah pada kurikulum baru.

Dari berita diatas, jelas bahwa Mendikbud memberi ruang terhadap pengembangan budaya lokal dan kearifan lokal, Bahasa Daerah tetap bisa diajarkan, tetapi tidak termasuk mata pelajaran, melainkan bisa dimasukkan ke Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya.

Lalu, Bagaimana nasib para Guru Bahasa Daerah, Bagaimana nasib Mahasiswa program studi bahasa daerah, mau dibawa kemanakah mereka? selain itu apakah pas, jika bahasa daerah dijadikan satu dengan Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya?

Ada tidaknya Mata Pelajaran Bahasa Daerah pada Kurikulum 2013, belum final masih berupa draf, kita lihat saja berita selanjutnya, yang terpenting adalah kita harus senantiasa peran menjaga dan melestarikan budaya, seni, termasuk bahasa daerah, karena itu adalah kekayaan bangsa kita, banyak sakali caranya, entah itu lewat adanya sebuah kurikulum ataupun tidak.

Demikaian artikel mengenai Dimanakah Bahasa Daerah pada Kurikulum 2013? Semoga ada manfaatnya.

Sumber : Abdi Madrasah

Dipublikasi di Informasi | Tag , , , | Meninggalkan komentar

PENGUMUMAN/UJI PUBLIK DAFTAR NOMINATIF TENAGA HONORER KATEGORI II DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGAMA

SILAHKAN DOWNLOAD DISINI

Dipublikasi di Informasi | Tag , , | Meninggalkan komentar

Sekilas tentang MI Muhammadiyah Segong

mi muhammadiyah segongPada tahun 1951 Cabang Muhammadiyah Cirebon membuka Madrasah yang waktu pelaksaanaannya sore hari dengan nama Diniyah. Satu tahun kemudian, tepatnya tahun 1952, dirubah namanya menjadi Madrasah Muhammadiyah Segong dengan waktu pelaksanaan pagi hari. Sejalan dengan itu, Madrasah Muhammadiyah Segong telah meluluskan siswanya yang pertama. Pada tahun 1954, Madrasah Muhammadiyah Segong dirubah lagi namanya menjadi MI Muhammadiyah Segong. Dengan modal niat, semangat, dan keikhlasan oleh para pendirinya, mereka bertekad berjuang melalui pendidikan. Diantara para tokoh yang memprakarsai berdirinya MI Muhammadiyah Segong antara lain Warsita, Abudin, K. Abu Bakar, dan tokoh sekitar Desa Segong Kecamatan Ciwaru (sekarang Kec. Karangkancana) yang peduli dengan pendidikan Agama.

Melalui proses yang begitu panjang dan rumit serta tak lepas dari pro – kontra dari semua pihak dalam pendirian madrasah ini dan dijadikan sebagai pengalaman yang baik maka berdirilah MI Muhammadiyah Segong (MIM Segong). Pendirian madrasah inipun mendapat tanggapan dan respon yang positif dari masyarakat, terbukti dengan banyaknya anak yang bersekolah di MI Muhammadiyah Segong, dan bertambahnya tenaga pengajar. Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Segong berdiri diatas tanah milik Desa Segong yang diberikan oleh Pemerintahan Desa Segong dengan status tanah HGB (Hak Guna Bangunan) demi berdirinya madrasah ini. Dengan demikian menjadikan MI Muhammadiyah Segong berdiri di atas tanah milik Pemerintahan Desa Segong, dengan jumlah 6 rombel dan bertembok serta luas tanah 1100 m². Pada Tahun 2012 kemarin Madrasah memperoleh bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas 1 lokal dari Anggaran APBN berupa prgram Blockgrand.

Seiring dengan itu, MI Muhammadiyah Segong mulai berbenah. Setapak demi setapak mencoba memperbaiki diri dan mencari kiat-kiat untuk menjadi madrasah yang berkualitas. Hal ini pun membuat pihak pemerintah mulai melirik keberadaan MI Muhammadiyah dengan diberikannya Piagam ijin operasional pada tgl. 4 Agustus 1959 yang dikeluarkan oleh Departemen Agama Republik Indonesai Kantor Walayah Provinsi Jawa Barat.

Berkat kerjasama dan semangat pengabdian dari para pengajar, maka sebagai bukti pengakuan dari Pemerintan, pada tahun 2006 MI Muhammadiyah memiliki status Terakreditasi dengan Peringkat “B”.

Pelan tapi pasti, mimpi dan kenyataan sedikit demi sedikit dapat diraih. Dengan nilai UASBN 2 tahun yang lalu, yaitu tahun pelajaran 2009/2010, dan 2010/2011 memperoleh nilai yang baik. Selain itu, kelulusan siswa yang melanjutkan tidak hanya ke MTs tapi juga ada yang ke SMP, baik di Kecamatan Karangkancana sendiri bahkan ada yang melanjutkan ke SMP di Kecamatan lain seperti Ciwaru , Cibingbing dan Luragung. Berbagai lomba tingkat kecamatan dapat diraihnya. Kini, MI Muhammadiyah Segong Kecamatan Karangkancana Kabupaten Kuningan berbenah terus menuju Madrasah yang bermutu, dan berkualitas menuju profesionalisme, apalagi sekarang MI Muhammadiyah di bawah Persyarikatan Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kuningan sejak tahun 2007.

Dipublikasi di PROFIL | Tag , , , , | Meninggalkan komentar